3 contoh pemberdayaan zakat berdasarkan fatwa

 

Fatwa-fatwa tentang Pemberdayaan Zakat

 

“QS. At-Taubah : 60”

  1. Zakat produktif

Pembagian zakat dewasa ini yang umumnya dilakukan oleh lembaga zakat adalah dengan cara konsumtif. Sedangkan pemberian harta zakat dengan cara konsumtif itu akan membuat orang-orang yang menerima zakat menjadi malas dan selalu berharap kemurahan hati si kaya, membiasakan mereka dibawah tangan , dan meminta serta menunggu belas kasih. Padahal, islam mengajarkan kita supaya kita selalu bekerja keras dan tidak mudah putus asa.

 

Masjid Al-Muhajirin mempunyai dana zakat seesar Rp  100 juta, dana zakat  100 juta ini tidak diberikan ke 100 orang, tapi misalnya dibagi utuk 10 orang, nanti pembagiannya 3 juta dibagi untuk konsumtif (makan) dan sisanya dibelikan kambing untuk dipelihara. Nah, setelah kambingnya beranak, maka induk kambing tersebut diserrahkan kembali ke lembaga zakat (Masjid Al-Muhajirin) untuk dikelola dan disalurkan kembali ke mustahiq.

  1. Penggunaan zakat untuk pinjaman bergulir

Dana Peduli Kaltim bekerjasama dengan Departemen Pertanian (Deptan). Melalui kerja sama itu, DPU menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 100 juta bagi 6 anggota kelompok petani dhuafa di Samarinda. “Dari kelompok petani itu, 6 orang bercocok tani cabe kriting dan 1 orang membudidayakan jamur merang.”

Dalam memiih calon petani dhuafa, LAZ melakukan pendataan dan survey untuk memastikan sejumlah dhuafa bisa menjalankan bisnis pertanian itu. Hal itu karna dana yang disalurkan tidak boleh habis dan harus dikembalikan kepada LAZ untuk digulirkan kembali kepada dhuafaa lain. Jangka waktu pinjaman dana bergulir selama satu tahun.

  1. Penggunaan zakat untuk beasiswa

DSM Bali menyalurkan beasiswa kepada 4 orang pelajar yang akan melanjutkan dan sedang menyelesaikan sekolahnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: